Minimalis Bukan Untuk Semua Orang

Saat ini, kita dapat dengan mudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber. Berbagai iklan yang menawarkan tentang standar kecantikan, era selebgram dengan konten yang bervariasi, tempat belanja online dengan promosi yang menggoda iman.

Ya itu lah hidup. Hal yang pasti karena hidup perlu perubahan, dan terkadang perubahan itu adalah pilihan. Bertahun-tahun yang lalu, kami memilih untuk menjadi minimalis. Kami pun tidak dapat disebut minimalis murni, karena kami masih dalam proses belajar. Tentu, menjadi minimalis bukan pilihan untuk semua orang. Ada yang menikmati hobi dengan mengumpulkan beberapa barang koleksi, atau sengaja membeli pakaian setiap minggu untuk tetap menjadi stylish. Tidak ada yang salah. Hanya saja untuk menjalani hidup minimalis setidaknya kami harus memaksa diri untuk mau menyingkirkan sesuatu, menjadi "penguasa" atas diri sendiri, dan berani berbeda.

1. Kemauan Menyingkirkan Sesuatu

Hubungan dengan orang lain akan berubah. Lebih berkualitas. Berani meninggalkan orang-orang yang tidak berdampak baik dalam kehidupan dan di sisi lain memupuk hubungan baik dengan mereka yang memberikan inspirasi dan memotivasi perjalanan hidup ini. Dan juga, Barang-barang akan semakin sedikit. Berani menyingkirkan barang yang tidak perlu. Memastikan hanya memiliki barang yang memiliki kegunaan dan makna yang berarti. Selain itu, seiring berjalannya waktu, kami pun tidak suka menerima barang secara percuma atau souvenir. Rasanya terbeban jika harus menambah barang yang tidak kami suka atau tidak perlu. 




2. Mau Menguasai Diri Sendiri 

Prioritas menjadi berbeda. Tujuan hidup mulai terarah jelas. Dan beberapa hal baik lainnya yang kami yakini akan bertambah sejalan dengan hidup minimalis. Sedikit "pertempuran diri" yaitu ketika memasuki toko dekorasi rumah, salah satu hal yang sulit adalah menahan diri untuk membeli item baru untuk rumah mengingat passion kami adalah interior. Maka, kami harus menunggu barang lama diberikan kepada orang yang memerlukan atau memastikan ada area untuk barang baru yang benar-benar di butuhkan pada saat itu. 





3. Berani Berbeda

Kita hidup di dunia yang dinamis, tentu akan banyak pendapat mengenai hidup minimalis. Bahkan ada orang terdekat akan dengan mudah menilai bahwa minimalis disamakan dengan hidup hemat. Sungguh berbeda bagi kami. Kami rela mengeluarkan budget lebih untuk barang yang berkualitas. Minimalis mengajarkan kami keseimbangan. Kami tidak takut untuk menolak barang yang bermutu rendah. Memiliki sedikit barang bukan berarti kami tidak ada budget untuk memiliki barang lainnya. Kami harap beberapa orang memiliki pandangan bahwa menjadi minimalis adalah salah satu upaya kami untuk hidup sederhana, memaknai hidup lebih terarah dan secara sadar menikmati damainya hidup.  



Apapun pilihan yang di ambil, Apapun gaya hidup yang anda jalani, Pastikan anda menikmati hari-hari tanpa perlu khawatir, karena anda tidak bisa menyenangkan semua orang. Live Beautifully, Magho's Friend!




Share:

0 comments